Kamis, 19 Oktober 2017

Tempat dan waktu  : TK AL-ANSHAR dan 8.30-10.00
Peserta :8(3 kelas a, 5 kelas b )

Kamis, 19 Oktober 2017

Kami kelompok 2 LC 32 yang terdiri dari ketua dan 4 anggota semuanya berkumpul di Binus Square pada 20 Oktober 2017 pukul 7.30 pagi. Saat itu kami merencanakkan ulang dan menyusun ulang bahan ajar yang sudah kami bawa masing masing dan melakukan sedikit perbaikan untuk beberapa hal yang kami anggap kurang.Setelah itu pada pukul 7.50 pagi kami sekelompok bersama sama berjalan menuju TK /PAUD AL - ANSHAR di jalan Taman Mutiara Permai, Kebon Jeruk. kami semua sampai disana pada pukul 8.15 , di PAUD kelompok kami dipecah menjadi 2 tim untuk mengajar di kelas yang berbeda (dessy,karina ,dan nadya di kelas a sedangkan devin dan ervin di kelas b ). Sebelumnya karena ada 2 anak yang masih belum mengenal kami , mau tidak mau kedua anak tersebut agak moody dan menjadikan suasana pembelajaran di kelas b menjadi sedikit tidak kondusif dengan tangisan . Akan tetapi yang ditugas kan unuk mengajar di kelas b dapat menyelesaikan kondisi itu dengan membuat kesepakatan kepada dua anak itu untuk tidak menangis dikelas dengan memberikan hadiah apabila mereka berhenti menangis . Setelah itu barulah kami mengenalkan bentuk dan warna (baik yang mengajar di kelas a ataupun kelas b).Dengan menggunakan alat bantu berupa color swatch beserta sepidol dan kertas yang sudah kami siapkan dan juga kami mengajarkan berhitung sederhana dengan menggunakan alat bantu berupa sepidol dan papan tulis dan juga reward untuk anak anak yang bisa menjawab setiap soal yang kami berikan kepada mereka dengan benar dengan. Kami mengakhiri pengajaran kami dengan berpamitan pada guru dan anak - anak PAUD pada pukul 10.00.
Hasil Pertemuan: Disini kami juga menyampaikan materi kami dengan semampu dan sekuat tenaga kami ,kami pun senang karena sekarang anak anak PAUD dapat mengenal angka angka ,perhitungan sederhana ,dan bentuk dengan baik.
 Reflesi Individu 19 Oktober -2017
1.Karina : Disini saya lebih belajar untuk bersabar dan tidak marah dalam menghadapi anak kecil ,karena apabila kitamembuatnya takut anak kecil akan semakin menangis. Disini saya juga menjadi pribadi yang lebih sabar dalam menyampaikan materi agar dapat mudah dimengerti oleh anak –anak paud yang saya ajar. Saya jadi lebih memperhatikkan mereka dan lingkungan mereka dalam penyampaian pembelajaran.

2.Devin: Dari pertemuan sebelumnya saya belajar bahwa “jangan mengiming-imingkan anak kecil sesuatu hal, atau mereka akan terbiasa dan menjadi kebiasaan”. Dan itu memang terjadi. Ketika saya bilang ayo jawab nanti dapat permen, dan semua anak mengacungkan tangannya. Setelah kelas yang saya ajar dengan Ervin kehabisan bahan ajaran, saya bermain Bersama anak anak kelas sebelah digabung dan kami bermain kejar monster. Dan saya jadi monsternya.

3.Dessy: Saya dan teman – teman berkumpul terlebih dahulu untuk menyusun ulang materi – materi yang akan diberikan dengan strategi – strategi yang digunakan agar materi yang kami sampaikan agar dapat diserap baik oleh murid – murid. Kami dengan inisiatif memberikan reward untuk mengambil perhatian murid – murid agar kurang bermainnya dan lebih memahami materi yang saya dan teman – teman berikan.
4.Nadya: saat pertemuan ke 2 rada sulit bagi saya karena ada beberapa anak yang susah untuk ikut belajar, walaupun situasi tersebut sulit tetapi saya berusaha sebisa mungkin agar anak anak tetap mengikuti materi tersebut.
5. Ervin : Pada hari tersebut saya cukup senang karena patuhnya anak – anak dan pengetahuan anak-anak pada warna yang cukup luas



Comments